Cara Setting Plugin WP Rocket Di WordPress

0
Cara Settings WP Rocket

Mengoptimalkan SEO WordPress tidak terbatas pada persoalan Backlink dan jumlah artikel. Meningkatkan kecepatan loading situs adalah point penting untuk meningkatkan SEO WordPress. Salah satunya adalah menerapkan pengaturan atau cara setting plugin WP Rocket dengan benar dapat membuat loading situs lebih cepat. Hal ini sama halnya anda menarik pengunjung untuk membuka halaman demi halaman di situs anda.

Mempercepat loading website dengan plugin WP Rocket adalah pilihan yang tepat unuk meningkatkan SEO WordPress. Meski plugin ini tidak gratis, namun fitur yang dimilikinya membuat anda tidak akan peduli terhadap harga berapapun yang ditawarkannya.

Plugin WP Rocket tidak seperti plugin SEO wordpress lainya yang memiliki fungsi yang sama. Seperti plugin W3 Total Cache dan WP Fastest Cache, mereka hadir dengan menawarkan versi gratis. Namun WP Rocket tidak demikian karena mereka yakin bahwa fitur plugin ini benar-benar bekerja untuk situs wordpress anda.

Menggunakan plugin WP Rocket tentunya perlu diterapkan pengaturan atau cara setting yang tepat. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal untuk mempercepat loading wordpress. Untuk itu, artikel ini akan mengulas dengan lengkap cara settings plugin WP Rocket di WordPress.

Namun sebelum itu, pastikan anda sudah membelinya di situs resmi WP Rocket untuk mendapatkan harga yang murah dan plugin yang asli.

Pengaturan Plugin WP Rocket Di WordPress

Untuk menggunakan plugin WP Rocket dan menerapkan pengaturannya, pastikan anda telah menginstall plugin WP Rocket di wordpress anda. Pengaturan plugin WP Rocket ini sangat maksimal kami terapkan pada Wp Rocket versi 3.3.6.

1. Tampilan Dashboard

Jika plugin WP Rocket sudah anda aktifkan, silahkan buka menu Settings > Wp Rocket. Anda akan mendapatkan tampilan dashboard seperti gambar dibawah ini.

cara-setting-wp-rocket

Pada halaman dashboard ini ada dua pilihan yang bis anda aktifkan, yaitu Rocket Tester dan Rocket Analytics. Rocket tester memberi anda pilihan untuk ikut serta dalam pengujian aplikasi Beta atau tidak. Sedangkan Rocket Analytics memberi anda pilihan untuk berbagi data pengguna kepada pengembang aplikasi untuk tujuan pemgembangan plugin WP Rocket.

2. Cache

Pada bagian ini tersedia pilihan untuk mengaktifkan Mobile Cache. Menurut saya ini sangat mantap, karena sekarang ini banyak pengunjung yang mengakses internet dengan menggunakan handphone. Dengan mengaktifkan opsi ini akan meningkatkan kecepatan loading situs jika diakses dengan smartphone.

User cache adalah pilihan untuk mengaktifkan cache jika wordpress diakses oleh author. adapun Cache Lifespan adalah berapa lama cache anda akan disimpan sebelum dihapus. Ingat, semakin tinggi angka lifespan chache maka semakin besar pula file cache yang disimpan pada disk anda.

3. File Optimization

File Optimization akan mengurangi ukuran file HTML, Java Script, dan CSS agar loading lebih cepat.

Pada Basic Settings terdapat tiga opsi. Untuk hasil yang maksimal, aktifkan saja semuanya. Remove Query Strings akan meningkatkan skor anda di GTMetrix.

Pada bagian CSS Files, terdapat opsi minify CSS. Seringkali terjadi tampilan situs yang kacau balau karena opsi ini. Anda bisa mengatasinya dengan mengecualikan file CSS agar tidak ikut diminify pada kolom Exluded CSS Files. Aktifkan juga Opsi Optimize CSS Deliveri agar pengiriman file CSS dari server lain lebih cepat.

Javasript-Optimize-1

Pada JavaScript Files anda bisa melakukan minify file javascript. Khusus bagian combine JS Files, anda bisa menghilangkan centangnya jika situa anda sudah support HTTP/2. Jika semua pengaturan dibagian File Optimization ini sudah diterapkan, klik save changes untuk menyimpan pengaturan.

4. Media

Cara setting plugin WP Rocket juga tersedia fitur optimasi media. Anda hanya perlu melakukan pengaturan yang simple seperti pada gambar dibawah ini.

media-optimization-wp-rocket

5. Preload

Fitur Preload akan membuat plugin WP Rocket menghasilkan cache semua link-link yang ada di Homepage dan berdasarkan Sitemap blog Anda. Fitur ini juga akan menghasilkan cache baru ketika anda mengupdate konten baru..

preload-wp-rocket

Lanjut pada bagian DNS prefetching, anda perlu memasukkan URL pada kolom URLs to prefetch yang berasal dari web eksternal. URL yang dimaksud adalah URL yang berasal dari luar blog anda tetapi scriptnya terpasang dan bekerja di blog Anda. Contohnya font.googlestatic.com, ajax.googleapis.com, dll. Fungsi fitur ini memungkinkan waktu loading file-file tersebut lebih akan cepat.

Prefetch DNS Requests

Anda perlu memasukkan URL dari file-file berikut ini yang paling sering digunakan:

  • //maps.googleapis.com
  • //maps.gstatic.com
  • //fonts.googleapis.com
  • //fonts.gstatic.com
  • //ajax.googleapis.com
  • //apis.google.com
  • //google-analytics.com
  • //www.google-analytics.com
  • //ssl.google-analytics.com
  • //youtube.com
  • //api.pinterest.com
  • //cdnjs.cloudflare.com
  • //pixel.wp.com
  • //connect.facebook.net
  • //platform.twitter.com
  • //syndication.twitter.com
  • //platform.instagram.com
  • //disqus.com
  • //sitename.disqus.com
  • //s7.addthis.com
  • //platform.linkedin.com
  • //w.sharethis.com
  • //s0.wp.com
  • //s.gravatar.com
  • //stats.wp.com

6. Advanced Rules

Cara setting WP Rocket disini kita akan kosongkan saja di bagian Advanced Rules. Bagian ini hanya sebagai pelengkap saja, namun jikan anda benar-benar akan menggunakannya, agar diperhatikan penerapannya yang benar.

Pada bagian ini tersedia opsi:

  • Never Cache URL(s)
  • Never Cache Cookies
  • Never Cache User Agent(s)
  • Always Purge URL(s)
  • Cache Query String(s)

7. Database

Fitur ini memiliki fungsi yang sama seperti pada plugin WP Optimize. Fitur ini berfungsi untuk membersihkan sampah dan mengoptimasi database blog Anda sehingga bisa meningkatkan kecepatan loading situs dan lebih ringan diakses.

Lakukan pengaturan seperti pada gambar dibawah ini.

post-cleanup
Cara Settings WP Rocket
Transients Cleanup
Cara Settings WP Rocket

8. CDN (Content Delivery Network)

Fitur CDN akan meningkatkan akses loading situs anda dengan signifikan. Namun jika anda sudah menggunakan Cloudflare, sebaiknya fitur ini tidak diaktifkan untuk menghindari tampilan blog yang kacau balau.

CDN-Setting

9. Heartbeat

HeartBeat merupakan suatu service API yang berfungsi untuk menyediakan informasi real time serta melakukan sinkronisasi data pada server dan tampilan dasbor. Fitur ini sangat baik namun dalam beberapa kasus, fitur ini dapat meningkatkan penggunaan CPU Anda dan memperlambat website Anda.

Heartbeat

10. Add-Ons

Fitur Add-Ons ini akan mengatasi tag file-file eksternal yang bermasalah dalam meningkatlkan Laverage Browser Caching. File-file yang sering bermasalah seperti googel analytics dan kode Facebook Pixel. Namun jika File-file tersebut terpasang dengan menggunakan google tag manager, maka plugin ini tidak akan bekerja dengan baik.

One-click Rocket Add-ons

Jika anda menggunakan Cloudflare, add-ons WP Rocket juga menyediakan fitur synchronize dengan Cloudflare. Anda tinggal mengatifkan add ons tersebut dan melakukan pengaturan cloudflare crendentials seperti gambar dibawah.

cloudflare-setting-1

11.Image Optimization

Plugin WP Rocket menawarkan plugin Imagify (berbayar) untuk anda gunakan. Namun saya lebih memilih menggunakan WP Smush karena lebih simple.

12. Tools

Terakhir ada tool untuk export dan import pengaturan WP Rocket. Jika anda memiliki blog lain yang juga menggunakan WP Rocket, anda tinggal melakukan export pengaturan ini dan menerapkannya pada blog lain dengan import.

Tersedia juga fitur Rollback untuk mengatasi error yang terjadi karena update baru yang tidak kompatible dengan versi wordpress anda.

Kesimpulan:

Cara setting plugin WP Rocket ini sangat mudah. Bagi pemula, anda tidak akan mengalami kesulitan dalam Menggunakan plugin WP Rocket maupun dalam menerapkan cara setting plugin WP Rocket ini. Kami sangat menyarankan anda menggunakan WP Rocket karena sangat berdampak pada SEO blog anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here